Dahulu kala di tengah hutan belantara hiduplah berbagai jenis binatang, mereka selalu hidup rukun dengan sesama,saling membantu satu sama lain dalam suka maupun duka, tanpa ada yang namanya perselisihan di antaranya. Hidup di tengah alam yang indah dan berbagai makanan yang enak menanbah lengkapanya kebahagiaan mereka, kicau burung dan kupu-kupu yang berterbangan ke sana ke mari menambah indahnya dunia hutan.
Namun di tengah-tengah itu semua ada seekor kancil yang bisa di katakana sangat sombong dan selalu menganggap rendah yang lain, seolah-olah dia yang paling sempurna dan hebat, sebenarnya dia baik dan cerdik sih, namun kali ini ia berbeda dari biasanya, dalam hal mencari makan ia memang selalu unggul dan bayak hasilnya, karena itulah ia suka menyombongkan diri.
Di suatu hari saat siang tiba dan panas matahari menyengat bumi, semua penghuni hutan merasakan haus dan dahaga, merekapun berbondong-bondong mencari makanan, tak ketinggalan si kancil.
Tepat di bawah pohon asam terlihat seekor landak tengah kesusahan mengambil makanannya, di sana juga ada kancil, ia berkata “ heyy landak jelek mengambil itu saja kamu tidak bisa’’, landak merasa kaget dan menoleh ke kiri dan ke kanan, eh.. teryata si sombong yang datang” ucapnya, iapun bertanya dengan wajah keheranan “ apa urusanmu di sini ?, kau cari saja makan siangmu sendiri, kata si landak dengan nada sedikit di naikan, kancilpun mebalas ” berani kamu ya, dasar jelek bau item lagi, dan terjadilah adu mulut antara mereka, ahirnya menghasilkan saling kejar mengejar di antara mereka, ahirnya landak kehilangan jejak si kancil, dak-dik-duk suara desas desus paru-paru si kancil ”hufff dasar landak jelek mikir-mikir dulu kalau mau ngejar aku,’’ katanya sambil tersenyum. Merasa kehausan kancil ingin mencari air minum, tepat di depan sana ada sebuah danau nan cantik dan jernih, senaglah hati si kancil, tanpa pikir panjang lagi ia langsung meminumnya, ‘’ohhh segarnya’’ ucapnya sambil meminum air danau itu, ditengah ia menikmanti air danau itu tiba-tiba ia mendengar suara minta tolong di balik semak-semak belukar’’ hummm suara siapa lagi itu menganggu saja ‘’kata si kancil, iapun bergegas mencari sumber suara itu, ehh teryata ada seekor ular yang kejepit batang kayu” hey kancil kenapa diam saja ayo cepat bantu aku..!! kancil hanya mengabaikanya ” apa aku tidak salah dengar niwhh ??? sory ya saya nda mau capek-capek menolongmu paling setelah itu kau akan menerkamku jadi usaha sendiri yahhh ular yang malang ’’ dia tetap memohon namun semua percuma saja ’’ dasar kau kancil nda punya hati nurani menolong saja banyak mikir “ kata ular, dan si kancil pergi begitu saja.
Di tengah perjalanan kali ini ia menjumpai seekor burung nury yang tengah kesulitan terbang karena sayap kananya robek akibat pertarungan melawan pejantan lain dalam merebut sang betina kancil tidak bosan-bosanya mencari masalah dan menganggu yang lain ’’ hey nury sedang apa kau ? aku sedang melatih diriku terbang ncil,,," kancil terkaget-kaget dan tertwa mendengar itu ” hey nury memangnya kamu baru lahir apa ? ko’ pake belajr terbang segala apa kata dunia malu donkkkk mana kejantananmu kemarin-kemarin dasar bodoh ’’ hey ncil dari pada kamu kemari hanya mengangguku lebih baik kamu pergi saja ’’ suak-suka ku donk mau di mana saja masalah buat kamu “ balas kancil, aku memang nda mau lama-lama di sini nanti aku nangis tersedu-sedu lagi karena melihat penderitaanmu....ha..ha...ha..
Hampir semua binatang di hutan ini sudah mulai nda nyaman denagn sikap si kancil yang terlalu seenaknya kepada yang lemah mereka membetuk sebuah kelompok dan bermusyawarah tentang bagaimana cara membuat dia jera kelompok ini di pimpin oleh ular sanca kembang tak ketinggalan si landak,ular dan si nury mereka sangat bersemangat ingin membuat kancil menangis meratapi nasib buruk yang akan di hadapkanya nanti, dalam sidang ini semua berhak ajukan usulan ’’gi mana kalau kita ikat saja ia di pohon? Tupai mengusulkan ” hmm saya rasa itu masih terlalu mudah untuknya kalau begitu kita buat lubang yang dalam saja agar dia terjebak di dalamnya kemudin kita lontarkan kata-kata kasar yang pernah ia lontarkan ke kita ’’ setujuuuu ( semua ),,,
Rencana mereka berjalan dengan lancar, satu lubang besar kini telah tersedia di tengah semak-semak belukar yang biasa dilewati oleh sang kancil, dan letaknya tak terduga oleh kancil,
tepat di hari
yang di tentukan melintaslah si kancil, dengan perasaan senang dan gembira ia
jalan dan beryanyi-nyanyi tanpa tau nasib buruk tengah menantinya, salah satu dari anggota mereka si kera
putih di percaya untuk memancing amarah si kancil dengan tujuan agar kancil
mengejarnya dan berlari ke arah lubang tersebut ” hey
kancil jelek.....kamu terlihat seperti gila saja bernyanyi-nyanyi sendir ’’ hey kurang ajar kamu kera jelek awasss kamu ya !!! tanpa basa basi si kancil langsung mengejarnya tanpa tau apa yang akan terjadi, tepat saat ia di atas tutupan lubang tersebut
kakinya tersangkut oleh jebakan mereka dan langsung ia jatuh ke dalam hingga menyebabkan ia pingsan, ketika ia tersadar semua terasa berbeda di
matanya langit bagai
hitam dan tak ada lagi suara-suara yang terdengar, tiba-tiba di mulut lubang berjejer semua
binatang yang pernah ia usili dan ia sakiti hatinya ’’ rasakan itu
kancil nikmati sisa
hidupmu di tempat barumu he
he ”
"tolong tolong keluarkan aku aku janji aku tidak akan ganggu
kalian lagi ” maaf ncil semua sudah terlambat kami sudah terlanjur
sakit hati sama kamu, walaupun
kamu memohon dan beteriak percuma saja karena tidak akan ada yang mau
menolongmu, sudahlah ncil
terima saja nasibmu ” kancil hanya bisa terus menangis meratapi semua
kesalahanya di selimuti rasa penyesalan yang mendalam ” ayo
teman-teman kita pergi dari sini aku
tak ingin mengeluarkan air mata dan menangis karena melihat penderitaan si
kancil. Akhirnya semua
pada pergi dan meninggalkan kancil sendirian. SEKIAN....
Pesan moral " Alangkah indahnya menjalani hidup itu dengan tidak memelihara sifat sombong, karena kesombongan hanya akan mengantarkan kita pada keterpurukan hidup dan dibenci oleh semua orang"