Ada yang bilang cinta itu romantis, tapi
mengapa kebanyakan berahir duka, padahal semua hal telah di lakukan guna
menjaga cinta itu tetap utuh dan berkembang seperti apa yang di impikan oleh
para pecinta, aku tersadar setelah mengalami dua kegagalan dalam cinta,
ternyata cinta romantis dan penuh keindahan itu hanya ada di drama saja, yang
di mana itu semua hanya kebohongna semata yang melibatkan perasaan yang tak
nyata namun sangat enak di nikmati, seandainya itu bisa terjadi di dunia nyata
tak mungkin ada tangis yang mengelilingi cinta itu, sejenak aku bertanya
‘’apakah cinta yang pernah ku jalani hanyalah ilusi??? Jika itu semua hanya
ilusi mengapa bertahan sampai sejauh ini,,,,adakah yang bisa menjelaskannya
padaku?
Sesaat menjalani cinta itu, tak ada yang terasa nyata walau berjalan dalam kenyataan, waktu berlalu begitu cepat, panas mentari terasa begitu dingin, siang dan malam berlalu nyaris tak di sadari, bunga-bunga di taman yang bermekar seolah memberi harapan-harapan yang indah, rintik hujan seolah memberi tenaga agar cinta itu tetap tumbuh subur dan bersemi walau musim terus berganti, awan – awan yang menggumpal di langit terlihat tersenyum dan membentuk sejuta kata cinta, ombak di tepi pantaipun melambai-lambai seolah memberikan isyarat untuk tetap menjaga cinta itu walau berat di lalui bagai menerobos batu karang yang berjejer tepat di tebing pantai. Hingga pada ahirnya semua berubah begitu cepat di saat hati tak mampu keluar dari lingkaran ilusi itu karena keindahannya yang begitu memukau, begitu tak inginya keluar dari sana, sampai-sampai bayangan inginkun tinggalkan di dalamnya, cinta bisa memunculkan pemikiran yang mustahil namun nyata adanya walau tak mungkin itu terjadi, pada ahirnya hal-hal yang terlalu indah menjadi sangat buruk dan mencenkam bagai neraka dalam pikiran, karena sulit menerima kenyataan bahwa itu semua hanyalah ilusi semata, dan di dunia ini tak ada yang abadi.
Terkadang cinta yang kita inginkan belum tentu baik dan dapat kita miliki, dan cinta yang nyaris tak terlintas di pikiran kita terkadang itulah yang terbaik, jika dia datang dan membawa kebaikan mengapa tidak kita menerimanya, karena memang cinta itu sudah ada yang mengataur, dialah Allah tuhan semesta alam, Ia mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dia sengaja membiarkan kita terlena dalam keindahan yang sementara dan membuat lupa akan kebenaran, dan pada ahirnya kita akan disadarkan bahwa sesuatu yang kita anggap baik ternyata belum tentu itu baik, begitupun sebaliknya sesuatu yang kita anggap tidak baik untuk kita ternyata itulah yang terbaik, itulah bukti keadilan yang allah tunjukan untuk hambanya. (AVIF SUBARKA )
Sesaat menjalani cinta itu, tak ada yang terasa nyata walau berjalan dalam kenyataan, waktu berlalu begitu cepat, panas mentari terasa begitu dingin, siang dan malam berlalu nyaris tak di sadari, bunga-bunga di taman yang bermekar seolah memberi harapan-harapan yang indah, rintik hujan seolah memberi tenaga agar cinta itu tetap tumbuh subur dan bersemi walau musim terus berganti, awan – awan yang menggumpal di langit terlihat tersenyum dan membentuk sejuta kata cinta, ombak di tepi pantaipun melambai-lambai seolah memberikan isyarat untuk tetap menjaga cinta itu walau berat di lalui bagai menerobos batu karang yang berjejer tepat di tebing pantai. Hingga pada ahirnya semua berubah begitu cepat di saat hati tak mampu keluar dari lingkaran ilusi itu karena keindahannya yang begitu memukau, begitu tak inginya keluar dari sana, sampai-sampai bayangan inginkun tinggalkan di dalamnya, cinta bisa memunculkan pemikiran yang mustahil namun nyata adanya walau tak mungkin itu terjadi, pada ahirnya hal-hal yang terlalu indah menjadi sangat buruk dan mencenkam bagai neraka dalam pikiran, karena sulit menerima kenyataan bahwa itu semua hanyalah ilusi semata, dan di dunia ini tak ada yang abadi.
Terkadang cinta yang kita inginkan belum tentu baik dan dapat kita miliki, dan cinta yang nyaris tak terlintas di pikiran kita terkadang itulah yang terbaik, jika dia datang dan membawa kebaikan mengapa tidak kita menerimanya, karena memang cinta itu sudah ada yang mengataur, dialah Allah tuhan semesta alam, Ia mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dia sengaja membiarkan kita terlena dalam keindahan yang sementara dan membuat lupa akan kebenaran, dan pada ahirnya kita akan disadarkan bahwa sesuatu yang kita anggap baik ternyata belum tentu itu baik, begitupun sebaliknya sesuatu yang kita anggap tidak baik untuk kita ternyata itulah yang terbaik, itulah bukti keadilan yang allah tunjukan untuk hambanya. (AVIF SUBARKA )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar