Jumat, 27 Desember 2013

LAYU SEBELUM BERKEMBANG



Nama ku avif subarka, aku berasal dari Bima NTB tepatnya di kecamatan wera Desa ntoke. Sejak tamat SMP aku melanjutkan SMA di kota bima, dan bersekolah di MAN 1 Kota Bima.


Kisah ini di gambarkan dengan sudut pandang orang kedua dan ketiga, tokohnya penulis itu sendiri, kisah ini berdasarkan realita cinta dari penulis itu sendiri.

     Rintik hujan di senja itu membuat cuaca begitu dingin dan sunyi, di tengah kesunyian senja itu terlihat seorang remaja laki-laki yang tengah duduk lesuh dan bersandar di sebuah bangku taman sekolah, remaja dengan penampilan sederhana, berkulit hitam manis dan tinggi badan yang standar, ya' dialah avif, ia salah satu murid yang cukup di kenal di MAN 1 kota Bima karena banyak prestasi yang di raihnya.   

Nampaknya dia sedang terlihat tidak ceria seperti biasanya, hatinya begitu mendung seperti cuaca di sore itu. Ternyata putus cinta yang membuatnya seperti itu, cinta pertama yang begitu indah yang tengah ia nikmati kini kandas di tengah jalan, dan itu cukup mampu membuat hari-harinya yang selalu ceria berubah menjadi murung, gairah hidup seolah tak nampak lagi di raut wajahnya karena cinta yang begitu dalam pada sang mantan.  

Bebrapa bulan ia merana dan tersiksa , hadirlah sesosok gadis yang berparas cantik serta kepribadian yang dapat di katakan lebih sempurna dari pada sang mantan, gadis itu bernama SRY YATI ia juga masih satu sekolah dengannya, ia berasal dari kecamatan di pedalaman tepatnya di Desa Sila Woro Kec.Madapangg.Kab.Bima, avif mengenalnya semenjak dia ikut belajar English clup di sekolah, dan kebetulan ia adalah sahabat dekat dari temannya Nurhasanah, pada awalnya ia tidak terlalu memperhatikanya, namun ketika ia di hukum oleh guru pembina karena ia tidak dapat dengan baik mengerjakan tugas, saat itulah dia mulai memperhatikanya, saat melihat mata dan senyumannya avif menarik napas dalam-dalam dan hatinya bertanya’’ inikah cinta yang akan membuat cinta di hatiku kembali bergejolak ? ai melepas nafas perlahan namun pasti. Tepat ketika di adakan permaianan lempar bola kertas di kelas , tiba-tiba avif berkepikiran untuk mengambil dua buah bola, dengan tujuan memberikan padanya satu dan buat dia sendiri satu, eh malah dia menolak ketika avif mengulurkan tangan dengan wajah so’PD di iringi seyum kecil di hadapanya, ' hey,,,aku dapat dua bola nih, kamu mau ? oh tidak terimah kasi ya,,,aku udah dapat bola juga ko '' selepas itu ia ceritakan kepada Nur si gadis gemuk cuek dan sedikit manja tentang avif yang menawarkanya bola. Nur adalah sahabat dekatnya yang kebetulan sekelas dengan avif, dia bercerita bahwa avif menawarkanya bola, malunya avif mendengar dia ceritakan itu pada sahabatnya.
Ketika jam pelajaran selesai semua pulang dan bertebaran di halaman sekolah tak lupa saling senggol menyenggol,dorong-mendorong dengan kawan seperjuangan saat itu di bawah sinar matahari yang mulai redup di ufuk barat, sesekali avif mencuri pandang pada dirinya yang tengah asyik berjalan dengan teman-temanya, matanya seolah tak berkedip saat melirik matanya, jantung berdetak kencang menandakan benih cinta mulai tertanam dalam hati, singkatnya di malam hari sekitar pukul 20:45 avif mengirim sms ke temannya Nur untuk meminta nomornya yati, '' kring - kring'' bunyi pesan masuk yang menandakan adanya balasan dari Nur, dengan spontannya ia membuka sms itu, setelah  mendapatkan nomornya yati, avif beranikan diri untuk kirim sms yang pertama kalinya, dengan perasaan tegang campur takut nda di balas ia berusaha untuk tetap mengirim sms itu, beberapa saat kemudia inbox hapenya tertera sebuah nomer ponsel baru, tampa berpikir panjang lagi ai langsung membukanya, teryata pesan itu dari yati, jantungnya berdetak lagi saat membca isi smsnya, gairah hidup yang telah lama mati kini hidup kembali bagai gersang setahun di siram hujan semenit, betapa senangnya ia rasakan. Bila memperhatikan kalimat-kalimat dalam smsnya sangat menunjukan budi bahasa yang sangat santun, lemah lembut serta berbudi luhur.
Setelah beberapa hari mereka kontekan avif semakin senag dan bahkan mulai dalam perasaan yang menggebu di hati, tapi lucunya avif hanya berani di handphone saja merayu-rayu dirinya, saat bertemu ia seperti babi yang di kejar pak tani larinya,  pernah sekali ketika dia lewat di depan kelasnya dengan seorang sahabatnya Diana , tampa basa – basi langsung lari ngumpat di balik meja, dan yang paling parah ketika avif tak sengaja lewat di depan kelasnya tepat di hari jum’at kebetulan ia sedang keluar di pintu kelasnya, wohhh  panas dingin ia rasakan, tapi dia senyum kepada avif untuk yang pertama kalinya dan membuatknya tak dapat tidur. Seiring berjalannya waktu avif semakin dekat denganya dan di tambah lagi mereka sama-sama terpilih untuk mejadi anggota drama berbahasa inggris yang akan di tampilkan di acara perpisahan kelas 3, seiring berjalanya latihan avif beranikan diri mengungkapkan isi hatinya ke dia, tepat di hari kamis malam ia mengatakan itu lewat ponsel, karena ia merasa PDKT  sudah cukup lama, tinggal menembaknya saja, tapi sayang malam itu ia tidak langsung menerimanya, dengan alasan ia harus minta persetujuan dulu dari para sahabatnya, yaitu Nur, Ningsih, Ratun dan Diana, itu cukup membuat avif merasa gelisah dan takut akan kepastian jawabanya, sebab yati belum pernah menjalin hubungan asmara sebelumnya.
Pada hari jum’at pulang sekolah ia pergi ke tempat Nurhasanah utntuk minta pendapat terkait dengan jawaban yang akan di berikan padaku,'' Teman-teman, avif nembak aku, kira-kira menurut kalian gimana ? Nur menjawab '' Yati kami sebagai sahabat hanya bisa mendukung kamu, selama itu terbaik buat kamu '' dan para sahabatnya mejawab tergantung perasaan dan mana baiknya untuk dia sendiri.
                  
Seorang yati yang belum pernah menjalin hubunagn asmara sebelumnya masih merasa bimbang akankah dia terima sosok avif, sementara di sisi lain avif merasa sangat penasaran dan tidak sabar lagi akan kepastian apa yag akan di terimanya esok, itu membuatnya tak bisa berpikir normal seperti biasa, tapi ia sangat yakin bahwa yati akan menerimanya karena salah satu sahabanya Diana selalu meyakinaknnya bahwa yati pasti akan terimanya.
Tepat di hari jum’at malam tanggal 16-3-2012 avif melangkah menuju  kosan yati di Daerah salekoh kota Bima untuk terima jawaban darinya, dengan penampilan sederhana serta sebuah gitar menjadi teman di perjalanan, dengan rasa gelisah ia melangkah dengan kaki sedikit gemetar dan bertanya-tanya '' akankah cintaku bertepuk sebelah tangan ?'' di malam itu listrik mati dan di sana mereka bertiga  hanya di terangi oleh  lampu kaleng, walau terbilang klasik cukup romantis untuk suasana penuh cinta. Di situlah mulai sa’at-saat yang menegangkan mulai terasa, jantungpun mulai berdetak lagi seiring pergerakan jarum jam di balik dinding , namun pada ahirnya ia beranikan diri untuk menanyakan jawaban apa yang akan ia terima malam itu, setelah avif  menanyakan jawaban itu ahirnya yati bersuara ,kata pertama yang keluar dari mulutnya ialah kata '' ma’af ''  avif  langsung berpikir bahwa ia akan menolaknya, iapun mulai bertingkah tak biasa walau sedikit tidak kelihatan, namun teryata ia hanya menakt-nakuti dirnya, ahirnya yati berkata dengan suara lembut dan wajah sedikit memrah di hadapan avif ’’ yati tidak mungkin nolak avif ’’ betapa bahagia dan senangya avif mendengar itu, iapun tak mampu berkata-kata lagi, dan keduanya hanya saling tersenyum dan salah tingkah.
Setelah mereka menjadi sepasang kekasih, mereka saling berjanji untuk selalu setia dan tidak menyakiti hati satu sama lain, selama satu minggu mereka jadian sebenarnya yati belum terlalu dalam perasaanya ke avif, namun setelah avif menujukan keseriusanya padanya, ahirnya perasaan yang tidak biasa ia rasakan mulai muncul di hatinya, yati mulai menyayangi dan mencintainya lebih dari sebelumnya.
Selama menjalin hubungan meraka selalu habiskan waktu berdua untuk jalan-jalan di pelabuhan dan di Museum ASI kota Bima. '' Yati kamu senag tidak aku ajak ke sini ? '' aku senag bangat sayang, dan aku tidak pernah peduli di manapun kita berada, yang penting akau bersmamu'' makasih ya sayang'' Seiring berjalanya waktu hubungan antara  mereka semakin erat, namun semakin eratnya hubungan itu, semakin di uji pula oleh berbagai macam hal, seperti mulai muncul masalah-masalh kecil yang dapat menyakitkn hati, namun itu semua tidak akan mampu merubah cinta di hati mereka, setetespun tak pernah berkurang, avif tak berhenti untuk mencintainya karena ia tau dalam menjalin hubungan tidak selamanya di selimuti oleh canda tawa, terkadang ada sedih, marah dan kecewa, tapi avif dan yati tetap berusaha menjadi dewasa dalam artian saling mengerti dan memahami karakter satu sama lain.
Di sekolahan hubungan mereka telah di ketahui oleh teman-temanya, dan mereka berdua biasa dipanggil AVTY yang merupakan gabungan dari nama mereka berdua, dan ada juga sebutan husus bagi mereka berdua, yaitu pangeran langita dan putri langit yang memiliki filosofih sebagai atap tempat berteduh saat kepanasan mauapun kedinginan. Selama berhubungan avif dan yati hampir tak pernah bertemu di sekolahan, sebab mereka tau di lingkungan sekolah bukan untuk pacaran. 
Tak terasa sudah sembilan bulan mereka menjalin hubungan dan rasanya semakin dekat saja , tinggal berdo’a kepada allah agar tetap langgeng dan menjadi sepasang mahligai di suatu hari nanti setelah mereka bertemu kembali setelah mengarungi perjalan hidup masing-masing di bangku kuliah dan bekerja di bidang masing-masing.
          Saat mereka sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan menghadapai ujian ahir berstandar Nasional, avif merasa sedih bila harus menerima kenyataan pahit yang harus berpisah dengan yati, tapi ia sadar bahwa yang namanya pertemuan pasti akan ada perpisahan, itulah takdir manusia yang tak terelakan dalam hidup ini, semua hanya mampu berencana dan berharap semoga bisa  bertemu kembali di suatu hari nanti.  
   Semakin hari avif merasa semakin mencintai dirinya, itu membuatnya semakin sulit untuk berpisah dengan Sri yati , stelah sekian lama telah bersma-sama tiba-tiba harus berpisah rasanya sangat sulit di terima kenyataan itu, semoga kenangan-kenangan indah yang pernah di ciptakan akan menjadi pelindung saat mereka berjauhan nanti, dalam artian jika mengingat semua itu mereka akan tetap setia satu sama lain. Berbicara soal kenagan avif jadi teringat akan suatu hari dulu mereka pernah berjalan-jalan ke pelabuhan, di sana mereka saling pandang - memandang satu sama lain, berbagi cerita dan di iringi canda tawa, angin bertiup mesra serta gelombang laut yang memecah tebing pantai menambah indahnya suasana saat itu, yang paling berkesan adalah ketika dia membisikan kata cinta secara tiba-tiba di telinganya, betapa romantisnya saat itu.
Dan ada satu hal yang paling mengesankan selama mereka menjalin hubungan, yaitu ketika avif  mengantar jemput yati di terminal ketika ia pulang kampung dan kembali ke kota bima sebelum dan sesudah musim liburan sekolah, mereka hanya berjalan kaki saja, walau demikian tetap terasa asyik dan tidak merasakan yang namanya capek atau ngeluh, mungkin karena orang yang di cintai jalan bersamanya, di saat-saat sperti itu avif sering menguji yati denagn berkata ’’ yati mohon maaf ya karena kita hanya jalan kaki dan aku tidak punya motor untuk memboncengmu ’’ yatipun kembali berkata dengan wajah ramah ’’ yati lebih baik jalan seperti ini sama avif karena ini lebih romantis dan lebih berkesa ’’ setelah ia berkata seperti itu hatinya semakin yakin bahwa yati adalah sosok gadis impian yang datang membangunkan dia dari tidur panjangnya selama ini dan memberi warna baru di setiap langkahya. Semakin avif mencintainya, avif mulai menjad orang yang cemburuan,wajar itu adalah perasaan yang tidak terelakan karena ia punya rasa takut akan kehilangan orang yang di cintainya, tapi ia tetap berusaha untuk selalu mempercayai kesetiaan yati, dan ia sangat yakin bahwa yati adalah gadis yang setia dan selalu mejaga kehormatanya, yang paling avif senangi pada dirinya ialah yati sangatlah jujur sama dirinya dan tidak prnah berbohong selama hubungan berjalan.
Di kelas saat jam pelajaran avif selalu teringat akan dirinya, namun ia tidak pernah merasa sepi karena ia memiliki teman-teman yang selalu setia menemanainya ngobrol dan belajar bareng dengannya, bisa di katakan mereka adalah teman yang super asyik dan baik hati serta semangat belajarnya tinggi. Suatu hari nanti avif berharap dapat bertemu kembali dengan sang pujaan hati dengan harapan dapat meminangnya. 

Dalam hidupnya, avif adalah orang yang bisa di katakan jarang untuk menangis dan bahkan susah untuk menangis, tapi kepribadian yang susah menangis kini berubah saat hari perpisahan itu datang, tepat di hari kamis tanggal 4 Mei 2013 di sore hari sebelum keberangkatannya ke jogja, avif menyempatkan diri untuk pergi melihat kekasihnya di kosanya, '' Hei sayang udah lama di sini ? ''belum ko aku baru saja sampai sayang ''  avif menatap matanya dalam-dalam, rasanya mata itu tak pernah berkedip saat menatap wajah lembut kekasinya yang sebentar lagi akan di tinggalkannya, hujan turun dengan sangat deras, angin berhembus dengat sangat kencang, namun tak mampu merusak pandangannya pada sang kekasih,'' sayang ,,, aku tak percaya detik ini adalah saat terahir aku bisa menatap wajahmu'' tenang sayang,,,kita tak perlu bersedih,,,,perpisahan tidak seharusnya membuat kita bersedih, mari kita mengiringinya dengan senyuman dan berdo'a untuk keselamatanmu di perjalanan nanti '' kamu benar syang,,,,tapi aku tetap tidak bisa membohongi diriku yang merasa amat sedih '' avif terus memandang wajah kekasihnya itu, di dalam matanya seolah avif melihat semua hal yang pernah mereka lalui di tayangkan live, itu membuat air matanya avif jatuh secara tiba-tiba di wajahnya menandakan bahwa hati tak ingin segera berpisah,  terasa sakit dan pilu hatinya. 
Jam keberangkatannya kini  telah tiba, semua orang-orang tercinta telah berkumpul untuk mengantar kepergiannya di terminal pada malam itu pukul 07.30. Hati merasa tak mampu berada dalam suasana itu, sekilas ia menoleh ke arah pintu gerbang terminal dan berharap sang kekasih berlari kearahnya, namun sosok itu tak muncul di pandangan mata, hatinya terasa semakin pilu di buatnya, namun sesaat kemudian ia muncul di terminal bersama beberapa teman, hatinya yang pilu kini sedikit terobati karena kehadiranya, ai pikir tak akan pernah melihatnya lagi, karena ia berkata tak bisa mengiringi kepergangianya, sebab ia harus pulang kampung, dan ternyata dia datang, tanpa menunggu lama lagi avif langsung menarik tanganya dan membawa dia ke hadapan kedua orang tuanya dan mengenalkan dia pada mereka.
Tak terasa jam keberangkatan kini tiba, air matanya jatuh lagi dengan derasnya, mata tamenatap wajah kekasih yang akan di tinggalkannya, yatipun terlihat menangis pilu akan kepergian avif, rasa kehilangan kini ia rasakan, lebih-lebih avif, terasa amat berat kaki kanannya ketika di injkan kedalam bus yang akan ia naiki, namun harus ia lakukan, lambaian tangan terahir menjadi tanda cinta yang begitu dalam pada  sang kekasih , dan aluanan lagu Stingky Mungkinkah menemaninya saat menaiki bus, hatinya berkata " Selamat tinggal kekasihku sayang ".

    Semenjak mereka berpisah di kota bima dan melanjutkan kuliah di kota yang berbeda, yaitu yati ke Jakarta dan avif ke Yogyakarta, beberapa bulan berada dikejauhan hubungan mereka masih terjalin baik hingga pertengahan semester satu di perkuliahan, kontekanpun masih lumayan lancar walau tidak sesering waktu di bima, tepat di hari ulang tahunya pada tanggal 8 agustus 2013 avif mengirimi dia kado kecil-kecilan sebuah mukena berwarna biru muda yang tidak lain warna kesukaanya yang avif dapatkan di sebuah toko swalayan di jogja,  ia membungkus sendiri kado itu agar sentuhan tanganya bisa di rasakan oleh sang kekasih. Di malam yang cukup sunyi sepi dan itu avif hanya di temani alunan lagu-lagu cinta di ponselnya, '' ya allah semoga dia senang dengan pemberianku ini''. Dua hari kemudian barang itu ahirnya di terima oleh yati di kejauhan, walau bukan dia yang terimanya secara langsung dari kantor pos melainkan kakak sepupunya bernama Ahmadin, avif bahagia dia senag menerima kado itu, karena kebetulan saat itu ia memang sedang membutuhkan mukena itu, pas banget avif memberikan kejutan dengan kado tersebut.
Di suatu malam di atas atap asrama yang ia tempati ia duduk sambil melihat bintang-bintang yang begitu indah bertebaran di langit dan di temani sebuah gitar usang milik teman sekamarnya, dalam suasana seperti ini avif selalu teringat akan sang kekasih yang kini jauh di mata, hingga ia mendendangkan sebuah lagu hasil ciptaanya sendiri husus buat sang kekasih yang di beri judul ''Teringat dirimu '' lagu ini bertemakan suasana hati dan pikiranya saat kerinduan selalu datang menghantuinya tiap waktu.


                ''Terinagat dirimu''

Berlinang air mata saat ku ngtat tentang dirimu
berlinang-linang di hamparan wajahku
karena rindu yang tak pernah mati
     kini ku sadar kau tlah jauh 
     meninggalkan aku sendiri
     kanku kenang selalu dirimu
     hingga nafasku kan terhenti
reff,,Biarku simpan semua kenangan
       dan takan pernah aku lupakan
       Ijinkan aku memeluk dirimu
       walau dalam setiap hayalku
satu yang perlu engkau tau
bahwa dirimu kan slalu di hati

Namun syang semua angan dan mimpi indah itu kini tlah sirna akan ruang dan waktu, ternyata hal yang pernah avif alami saat menjalin cinta pertama terulang kembali, awalnya ia tak percaya mengapa menjadi seperti ini lagi dan kisahnya sama persis seperti yang pernah ia alami, sesaat ia bertaya dalam hati ’’ apakah takdir cintaku memang seperti ini??? Di tinggalkan setelah semua,cinta,kesetiaan,dan pengorbanan yang telah ku berikan, ‘’Mekar bunga di taman hati layu sebelum berkembang’’.
        Ketika memasuki pertengahan bulan oktober 2013 kontekan di anatar mereka mulai berkurang, yati sangatlah jarang memberikan avif kabar,tapi ia tidak merasa marah karena sejak awal yati telah jelsakan bahwa jika dia tinggal bersama orang tuanya di jakarta dia tidak terlalu berani menghubungi avif lagi, sebab orang tuanya terutama mamanya melarang keras dia menjalin hubungan dengan laki sebelum selesai sekolah, wajar orang tua seperti itu karena ingin yang terbaik buat anaknya dan avif sangat mengerti itu sehingga membuatnya tidak marah pada sang kekasihnya itu, hanya kesabaran jiwa yang menjadi temanya, dan yang namanya remaja pasti akan menikmati dunianya walau ada larangan seperti itu.
Hari-harinya semakin terasa ada yang hilang, ia mencoba menikamati keramaian bersma teman-teman demi menghilangkan gunda di hati, namun itu hanya bersifat sementara dan ia tetap saja merasa jauh dari kegembiraan.
       Semenjak tidak adanya kabar dari dirinya rasa pengertian itu berubah wujud menjadi rasa was-was dan takut akan sesuatu yang buruk akan terjadi pada cinta mereka,  di kelaspun avif sedikit tak konsen akan pelajaran , sukur ada seorang teman baik bernama Nanang yang senantiasa menghiburnya saat itu. Suatu ketika avif mencoba mengirimi sms dan menelopnya namun tidak di jawab sama sekali, saat itu perasaannya masih belum terlalu takut, tapi saat memasuki menggu berikutnya avif semakin merasa ada yang nda beres, ia mencoba kirimi dia beberapa sms yang berisikan suasana hatinya saat itu, beberapa menit kemudian yati membalas sms darinya, betapa senang dan bahagianya mnerima sms itu, namun sayang semua tidak berlangsung lama karena isi sms itu tidak sesuai dengan yang ia harapkan, dia mengatakan sesuatu yang membuatnya menjadi yakin akan sesuatu yang buruk ada di depan mata, dan yang menjadi inti dari sms.a pada malam itu ialah kejujuran hatinya yang sengaja menjauh dari avif sebelum avif terlalu dalam mencintainya dengan alasan dia tidak mau hidup tertekan oleh orang tuanya, sesaat ia melupakan rasa pengertian dan rasa itu menjadi rasa sakit yang amat pedih mendengar peryataan itu, dan ia mulai sadar inilah kepastian yang selama ini di tunggunya, berahir atau lanjut?? Dan ternyata harus berahir.
          Pada malm itu avif tidak bisa berpikir positif, hanya rasa sakit dan penuh kebencian yang di rasakannya akibat cinta dan semua pengorbanan di balas dengan seperti ini. Beberapa hari kemudian avif mulai sadar kembali dan mengerti bahwa semua ini kekasihnya lakukan bukan karena niatnya melainkan terpaksa, dan di sini avif melakukan pengorbanan besar lagi dalm kisah asmaranya, ia rela melepas cintanya yang telah lama di jalin demi kebaikan dan kenyamanan hidup pujaanya itu, apalagi katanya dia tertekan, jadi avif harus membiarkanya bahagia dan tidak berjanji memberikanya kebahagiaan,itulah gambaran cinta darinya, selalu mengerti dan tidak egois , apalagi memaksakan kehendak sementara pihak lain tidak menginginkanya, ahirnya  pada malam itu itu avif memutuskan untuk melepaskan dirinya dan melangkah pergi dari hidupnya, walau terasa berat ,tapi avif yakin dia tetap cinta pada dirinya dan berharap suatu hari bisa bertemu dan bersatu kembali, jika tidak di takdirkan bersama lagi avif hanya bisa mendo’akan semoga yati mendapatkan yang lebih baik darinya layaknya ia mendapatkan yang lebih baik dari mantannya yaitu sosok sri yati.
        Beberapa hari kemudian avif menghadiri acara reuniyan SMA di jogja, kebetulan ada salah satu sahabat terbaiknya  yati, Ratun namnya, avif ceritakan padanya  tentang hubunganya dengan yati yang kini kandas di tengah jalan , bisa di bilang curhat kecil-kecilan, ada satu kalimat darinya yang membuat avif sedikit sedih lagi, ia menyatakan bahwa dia tidak yakin bahwa avif adalah cinta pertamanya yati, padahal avif sanagt merasa yakin kalau dirinya adalah cinta pertama yati, jika benar seperti itu berarti ia hanya menjadi pemula dan perantara yang mengenalkan apa itu cinta dalam hidupnya yati demi mendapatkan cinta yang lebih baik lagi dalam hidupnya, tapi semua itu takan mampu menggoyahkan keprcayaannya pada kekasihnya itu.
          Apapun itu yang penting ia sudah memberikan yang terbaik dalam hidupnya yati selama ini walau harus berahir seperti ini, jodoh pasti bertemu.
Sekarang saatnya ia harus focus menatap masa depan, melangkah bersama dan berjuang bersama teman-teman

Thank you very much for you read this love story,,,,

                                      Penulis :  avif subarka
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar